Tgk Bachtiar Apresiasi Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Gampong
ACEH BARAT – Anggota DPRK Aceh Barat, Tgk. Bachtiar, memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, khususnya kebakaran permukiman serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Tgk. Bachtiar, pelibatan masyarakat hingga tingkat gampong merupakan langkah strategis dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang cepat dan responsif. Masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian dinilai memiliki peran penting dalam memberikan informasi awal sekaligus melakukan tindakan sesuai kapasitas sebelum petugas tiba.
“Ini merupakan langkah yang sangat baik. Masyarakat di gampong harus memiliki kemampuan dan pengetahuan dasar dalam menghadapi bencana. Ketika terjadi kebakaran, kecepatan informasi dan tindakan awal sangat menentukan,” ujar Tgk. Bachtiar.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Apel Siaga yang melibatkan sekitar 400 personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Satuan Tugas (Satgas) Pageu Gampong dari Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga dan Meureubo.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Teuku Umar tersebut tidak hanya menjadi momentum konsolidasi personel, tetapi juga diisi dengan simulasi penanganan keadaan darurat. Peserta mendapatkan pembekalan teknis dari BPBD Aceh Barat, termasuk teknik pemadaman api, penanganan awal kondisi darurat serta langkah-langkah mencegah api meluas ke kawasan permukiman.
Tgk. Bachtiar menilai keberadaan Satlinmas dan Pageu Gampong harus diperkuat secara berkelanjutan, baik melalui pelatihan maupun peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Jangan hanya berhenti pada apel. Yang paling penting adalah bagaimana kemampuan yang sudah diberikan ini benar-benar diterapkan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Ia juga mendorong agar pola kesiapsiagaan berbasis masyarakat tersebut dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Aceh Barat. Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar penanggulangan bencana, respons terhadap kejadian di lapangan diharapkan menjadi lebih cepat.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, sebelumnya menegaskan bahwa Pageu Gampong memiliki posisi strategis sebagai penghubung informasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, laporan yang disampaikan secara cepat dari tingkat gampong akan membantu petugas menentukan langkah penanganan secara lebih tepat sebelum kejadian berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Keberadaan 400 personel yang telah mendapatkan pembekalan dan simulasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan yang terintegrasi, dengan melibatkan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, pemerintah gampong dan masyarakat.
Tgk. Bachtiar berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga Aceh Barat tidak hanya memiliki kemampuan dalam menangani bencana setelah terjadi, tetapi juga mampu meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini.
“Semakin siap masyarakat, semakin cepat pula bencana dapat ditangani. Ini yang harus terus kita bangun bersama di Aceh Barat,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles