Ratusan Warga Beutong Ateuh Turun ke Jalan, Tolak Seluruh Aktivitas Tambang
NAGAN RAYA – Ratusan warga Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kembali turun ke jalan menyampaikan penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai telah meresahkan masyarakat, Minggu (30/8/2026).
Aksi tersebut diikuti berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak muda, perempuan atau emak-emak hingga anak-anak. Massa berjalan kaki dari kawasan Jembatan Blang Galang menuju Kantor Camat Beutong Ateuh Banggalang sambil menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka.
Dalam aksi yang berlangsung di sepanjang jalan tersebut, sejumlah peserta terlihat membawa bendera bulan bintang. Selain itu, dalam rekaman video yang beredar, tampak pula sebagian peserta membawa benda yang menyerupai pedang atau parang saat mengikuti aksi.
Kehadiran massa dengan berbagai atribut tersebut menjadi bagian dari aksi warga yang secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan Beutong Ateuh Banggalang.
Salah seorang peserta aksi dalam rekaman video menyampaikan tuntutan agar seluruh aktivitas pertambangan di wilayah mereka dihentikan.
“Semua tambang harus cabut dari tempat kami,” ujar salah seorang peserta aksi dalam video tersebut.
Massa juga mengaku kecewa lantaran sebelumnya telah menyampaikan aspirasi serupa di Kantor Bupati Nagan Raya. Namun, menurut mereka, tuntutan masyarakat belum mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan.
Karena itu, warga kembali menggelar aksi dengan tuntutan yang sama, yakni meminta agar aktivitas pertambangan di wilayah Beutong Ateuh Banggalang dihentikan.
Aksi yang melibatkan ratusan warga tersebut menunjukkan kuatnya penolakan sebagian masyarakat terhadap aktivitas pertambangan di kawasan tersebut. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menindaklanjuti aspirasi yang mereka sampaikan serta memberikan kejelasan terkait aktivitas pertambangan di wilayah Beutong Ateuh Banggalang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles