Pajak Sarang Walet Agara Tahun 2025 Cuma Rp2 Juta, Bisnis Jalan Terus

Terkini 25 Aug 2026 14:23 2 min read 101 views By Redaktur Yusuf
Pajak Sarang Walet Agara Tahun 2025 Cuma Rp2 Juta, Bisnis Jalan Terus
Dok. Foto Ilustrasi sarang burung walet

Share berita ini

ACEH TENGGARA– Penerimaan pajak sarang burung walet di Aceh Tenggara tercatat pada tahun 2025 hanya sebesar Rp2 juta. 


Angka itu dinilai tidak sepadan mengingat jumlah pengusaha Pembibitan dan Budidaya Burung Walet di Agara cukup banyak dan bisnisnya jalan terus.


Di Kabupaten Aceh Tenggara tercatat dan terdaftar di Online Single Submission (OSS) ada 7 pengusaha pembibitan dan budidaya burung walet, yang terdaftar di antaranya:


- UD Abraraldrich pinim/ walet usaha mikro, di Jalan Manunggal, Kota Kutacane, Babussalam.


- Maju Bersama usaha mikro, di Kute Lawe Rutung, Lawe Bulan.


- UD Hamsi Ternak usaha mikro di Pulonas Baru, Lawe Bulan.


- Walet usaha mikro di Pedesi, Bambel.


- Walet usaha mikro budidaya walet Pedesi, di Pedesi, Bambel.


- Syuja Agara usah mikro jalan manunggal, Kota Kutacane, Babussalam.


- Sarang Burung Walet usaha mikro di Kute Lawe Rutung, Lawe Bulan.


Penerimaan minim, Setoran pajak 2025 hanya sebesar Rp2 juta ke kas daerah, sebut warga yang enggan di publikasikan namanya kepada beritaacehterkini.com, Selasa (24/8/2026).


Warga juga mempertanyakan sistem pendataan dan penagihan. Masa iya dari sekian banyak gedung walet, pajaknya cuma segitu?


“Pajak sarang burung walet tahun 2025 cuman 2 JT padahal banyak pengusaha burung walet di agara,” keluh warga.


Warga mempertanyakan sistem pendataan. 


- Apakah semua gedung walet sudah terdata ?


- Sudahkah pengusaha lapor omzet dan bayar pajak sesuai Perda?


- Pengawasan, perlunya ada tim khusus untuk validasi produksi dan penjualan sarang burung walet.


"Padahal kalau dikelola serius, pajak walet bisa jadi PAD," ucapnya.


Warga minta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara segera audit, data ulang, dan sosialisasi ke para pengusaha burung walet. Jangan sampai potensi besar daerah justru bocor, pintanya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Berita Aceh Terkini