Dinsos Aceh Tenggara Pulangkan Dua Warga Terlantar ke Aceh Utara, Masing-Masing Bawa Bayi

Pemerintah 31 Aug 2026 18:30 2 min read 200 views By Redaktur Yusuf
Dinsos Aceh Tenggara Pulangkan Dua Warga Terlantar ke Aceh Utara, Masing-Masing Bawa Bayi
Kadinsos Agara Bahagiawati, S, PD M.AP bersama dua orang warga asal Aceh Utara

Share berita ini

ACEH TENGGARA – Kepedulian terhadap warga yang terlantar kembali ditunjukkan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Tenggara. Dua warga asal Kabupaten Aceh Utara, Nidarwati dan Halimatus Sakdiah, akhirnya dipulangkan ke daerah asal mereka setelah sempat terlantar di Aceh Tenggara, Senin (31/8/2026).

Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagiawati, S.Pd., M.AP., mengatakan, sebelum dipulangkan, kedua perempuan tersebut terlebih dahulu mendapat penanganan dan tempat perlindungan sementara di Rumah Singgah Dinsos Aceh Tenggara.

“Keduanya saat ini sudah berada di Rumah Singgah Dinsos Agara,” kata Bahagiawati.

Kedua warga tersebut diketahui bernama Nidarwati dan Halimatus Sakdiah. Keduanya juga masing-masing membawa seorang bayi.

Setelah menerima laporan dan melakukan penanganan, Dinsos Aceh Tenggara kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara untuk memastikan identitas serta daerah asal kedua warga tersebut.

Setelah dipastikan keduanya merupakan warga Aceh Utara, Dinsos Aceh Tenggara mengambil langkah untuk memfasilitasi kepulangan mereka.

Biaya perjalanan keduanya ditanggung oleh Dinsos Aceh Tenggara dengan menggunakan angkutan umum menuju Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara.

“Ini bentuk tanggung jawab kita. Warga yang terlantar harus kita bantu sampai ke daerah asalnya dengan aman,” ujar Bahagiawati.

Menurutnya, keberadaan Rumah Singgah Dinsos Aceh Tenggara memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan sementara kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Rumah singgah tersebut menjadi tempat transit bagi warga terlantar sebelum proses pemulangan ke daerah asal dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah terkait.

Bahagiawati juga mengimbau masyarakat agar tidak tinggal diam apabila menemukan warga yang terlantar atau membutuhkan bantuan sosial.

“Jangan ragu melapor ke Dinsos atau pemerintah desa. Kita siap jemput dan bantu,” tegasnya.

Menurut keterangan Nidarwati dan Halimatus Sakdiah, awalnya mereka mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Nuraini. Dalam komunikasi tersebut, mereka dijanjikan pekerjaan di Kutacane.

Berbekal harapan mendapatkan pekerjaan, keduanya kemudian berangkat ke Aceh Tenggara. Namun, setibanya di Kutacane, mereka justru menginap di kawasan Jambu Alas.

Persoalan mulai muncul ketika nomor telepon Nuraini tidak lagi dapat dihubungi. Dalam kondisi tidak memiliki pekerjaan dan terkendala biaya untuk pulang, keduanya akhirnya bertahan hidup dengan meminta-minta.

Kondisi tersebut membuat keduanya merasa malu dan ingin segera kembali ke kampung halaman. Namun, keinginan untuk pulang terkendala biaya perjalanan.

Dalam kondisi tersebut, keduanya kemudian meminta bantuan kepada Abang- abang yang berada di pos kantor Bupati, untuk membantu mencarikan solusi dan menghubungi pihak Dinas Sosial Aceh Tenggara.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Berita Aceh Terkini