Bupati Aceh Barat Ingatkan Bahaya Tawaran Kerja Luar Negeri, Kasus Warga Pasi Pinang Jadi Pelajaran
ACEH TENGGA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat membantu proses pemulangan seorang warga Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo, berinisial SH yang menjadi korban penipuan tawaran pekerjaan hingga terdampar di Kamboja.
SH akhirnya tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh pada Sabtu (15/8/2026) sebelum melanjutkan perjalanan ke Meulaboh dan kembali berkumpul dengan keluarganya.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, mengatakan proses pemulangan korban dilakukan setelah pihak keluarga menghubungi pemerintah daerah dan meminta bantuan agar SH dapat kembali ke tanah air.
Menurutnya, pemerintah daerah kemudian berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta membantu proses dan biaya perjalanan korban dari Kamboja hingga tiba di Aceh.
“Kita mengimbau kepada masyarakat Aceh Barat agar berhati-hati terhadap tawaran bekerja di luar negeri, termasuk Malaysia, karena sudah ada beberapa kasus seperti yang baru-baru ini terjadi,” kata Tarmizi, Minggu (16/8/2026).
Ia menjelaskan, SH sebelumnya memperoleh tawaran pekerjaan di sebuah restoran di Malaysia dengan iming-iming gaji yang cukup besar. Namun, setelah berangkat, korban justru dibawa ke Kamboja dan ditempatkan pada pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Dalam kondisi tersebut, SH disebut tidak memperoleh gaji sebagaimana yang dijanjikan. Korban kemudian berusaha melarikan diri dan menghubungi keluarganya untuk meminta pertolongan.
“Akhirnya dia lari dan menghubungi orang tuanya. Orang tuanya terus berikhtiar supaya anaknya bisa pulang dan sampailah kabar kepada kami,” ujar Tarmizi.
Setelah melalui proses komunikasi dengan pihak terkait, Pemkab Aceh Barat memberikan bantuan untuk pemulangan korban dari Kamboja menuju Kuala Lumpur dan selanjutnya ke Banda Aceh.
Sesampainya di Banda Aceh, SH kemudian dibawa ke Meulaboh bersama rombongan hingga akhirnya diserahkan kepada orang tuanya di Desa Pasi Pinang pada Sabtu sore.
Tarmizi mengingatkan masyarakat, khususnya para pencari kerja, agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di luar negeri yang disebarkan melalui media sosial.
Ia menilai, perkembangan media sosial membuat modus penipuan semakin mudah menyasar masyarakat karena tawaran pekerjaan dapat dikemas sedemikian rupa sehingga terlihat menarik dan meyakinkan.
“Sekarang banyak sekali kasusnya. Kita takut nanti kejadiannya terjadi pada anak perempuan. Syukur-syukur bisa selamat, tapi kalau dijual bagaimana? Human trafficking itu ngeri sekarang,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat untuk memastikan legalitas perusahaan, jenis pekerjaan, lokasi kerja, kontrak, serta jalur keberangkatan sebelum menerima tawaran pekerjaan ke luar negeri.
Pemerintah daerah juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil keputusan bekerja di luar negeri secara tergesa-gesa hanya karena tergiur gaji tinggi, terlebih jika tawaran tersebut berasal dari media sosial dan tidak melalui prosedur resmi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles