Protes Janji Tak Ditepati, Emak-emak di Ketambe Blokir Jalan

TINI 10 Aug 2026 18:09 2 min read 273 views By admin
Protes Janji Tak Ditepati, Emak-emak di Ketambe Blokir Jalan
ACEH TENGGARA – Ratusan emak-emak warga Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara kembali memblokir akses jalan, Senin (10/8/2...

Share berita ini

ACEH TENGGARA – Ratusan emak-emak warga Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara kembali memblokir akses jalan, Senin (10/8/2026).

Aksi ini bentuk protes terhadap pemerintah daerah yang dinilai belum merealisasikan sejumlah janji.

Warga menuntut kejelasan terkait bantuan Jaminan Hidup, Hunian Tetap, dan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang hingga kini belum ada kepastian.

Dalam aksi tersebut warga mengaku kecewa. Sejumlah janji yang sebelumnya disampaikan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dinilai belum terealisasi.

"Kami sudah terlalu sering mendengar janji. Kami bukan meminta sesuatu yang berlebihan, kami hanya ingin apa yang sudah dijanjikan pemerintah benar-benar direalisasikan," ujar salah satu warga dalam orasinya.

Menurutnya, berbagai penyampaian pemerintah sebelumnya memberi harapan. Namun karena pelaksanaannya tak kunjung terlihat, kekecewaan warga memuncak.

Pemblokiran jalan menjadi pilihan warga untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Mereka mendesak Pemkab Aceh Tenggara turun langsung melihat kondisi masyarakat.

Warga meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka mengenai kapan tuntutan akan direalisasikan.

"Kami ingin ada kepastian. Kalau memang bisa dibantu rumah warga kapan waktunya. Jangan masyarakat terus diberikan janji tanpa kejelasan," kata warga lainnya.

Pantauan beritaacehterkini.com di lokasi, aksi blokade menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Kendaraan harus memperlambat laju dan sebagian pengguna jalan tertahan karena badan jalan digunakan warga.

Warga berharap Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry segera menemui mereka untuk dialog mencari solusi.

"Jika Bupati tidak hadir maka mereka tetap melakukan pemblokiran jalan," ungkapnya.

Warga menegaskan aksi bukan untuk mengganggu pengguna jalan, melainkan bentuk tekanan agar pemerintah serius memperhatikan persoalan.

Sebelumnya, aksi serupa juga pernah terjadi. Pada Desember 2025, warga Desa Ketambe memblokade jalan nasional sebagai protes lambatnya penanganan persoalan Sungai Lawe Alas.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Berita Aceh Terkini